Thursday, May 12, 2011

puisi hujan

Hujan turun deras menjelang bulan sebelasMenyirami halaman depan yang selama ini gersangRerumputannya kembali tumbuh hijauYang dulu meranggas dimusim kemerau
Kali kecil naik sampai pinggangBau tanah basah menguap dari kebun belakangAroma pagi terasa hingga siangSuasana hati sejuk riang
Lelah luluh tak tunggu larutwajah – wajah pulas tak berkerutseakan hilang semua kemelutseakan hidup tanpa maut
kumpulan aqif

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.